Minggu, 16 September 2018

Pep Guardiola Ternyata Tak Menyukai Sepakbola Tiki-Taka

Sudah terbit di: https://scorum.id/id-id/football/@puncakbukit/pep-guardiola-ternyata-tak-menyukai-sepakbola-tiki-taka

Sebagai pecinta olahraga sepakbola, tentunya kita sudah mengenal gaya permainan tiki-taka. Permainan sepakbola tiki-taka, secara mendasar, yaitu mengumpan bola sebanyak mungkin kepada rekan yang disertai pergerakan dinamis pemain dengan tujuan menguasai possession (penguasaan bola). Salah satu pelatih yang identik dengan strategi tiki-taka yaitu Joseph Guardiola. Sebagai pecinta olahraga sepakbola, tentunya kita sudah mengetahui pelatih asal Spanyol ini. Meskipun Guardiola tak dapat dilepaskan dari permainan tiki-taka, Guardiola sesungguhnya tak menerapkan permainan tiki-taka.

fullsizerender.jpg
Gambar 1.Buku Berjudul Pep Confidental: The Inside Story of Pep Guardiola’s First Season at Bayern Munich

Dalam buku yang menjelaskan profil dan sosok Pep Guardiola berjudul Pep Confidential: The Inside Story of Pep Guardiola’s First Season at Bayern Munich, Guardiola menuturkan bahwa ia tak menyukai gaya permainan tiki-taka. “Saya tak menyukai permainan yang mengumpan bola untuk menguasai bola, yaitu tiki-taka”, tuturnya dalam buku tersebut. “Permainan tiki-tiki tak berguna dan tanpa tujuan”, tambahnya dalam buku tersebut. Ia pun menjelaskan bahwa Barcelona, tim yang pernah dilatihnya, sesungguhnya tak menerapkan gaya permainan tiki-taka. “Barcelona tak melakukan tiki-taka”, tuturnya. Guardiola mempersembahkan 14 gelar juara untuk tim Katalan tersebut selama 4 tahun menukangi Barcelona, yaitu dari tahun 2008 hingga 2012.

Lalu, strategi apa yang sesungguhnya dimainkan oleh Guardiola? Guardiola mengutarakan satu strategi penting untuk memenangkan pertandingan, yaitu menguasai salah satu sisi lapangan sekuat mungkin. “Rahasianya yaitu menguasai satu sisi lapangan sehingga lawan membuka pertahanannya”, tuturnya. “Anda menguasai salah satu sisi lapangan lalu menarik lawan untuk fokus pada sisi ini, sehingga lawan meninggalkan sisi lapangan lainnya dengan lemah”, tuturnya

Simak ilustrasi berikut sebagai penerapan rahasia strategi tersebut. Barcelona menguasai sisi kanan lapangan, sehingga lawan akan tertarik untuk fokus pada sisi kanan lapangan. Saat lawan fokus pada sisi kanan lapangan, beberapa pemain Barcelona akan masuk pada sisi kiri lapangan. Karena lawan terlalu fokus pada sisi kanan lapangan, memudahkan pemain yang masuk pada sisi kiri lapangan untuk mencetak gol. Ataupun untuk mengumpan bola kepada rekan lainnya, yang berada di sisi kiri lapangan, yang menempati posisi lebih bebas untuk mencetak gol. Strategi ini memang sangat ampuh. “Kami melakukan semua itu, kami menyerang dan mencetak gol dari sisi lapangan yang lain”, tutur Guardiola. “Permainan tim kami harus seperti itu”.

Dalam filosofinya, Guardiola pun menyebutkan bahwa kemampuan mengumpan seorang pesepakbola menjadi hal penting. Seorang pemain mesti memiliki tujuan jelas dalam mengumpan bola, tak sebatas hanya mengumpan bola saja. Tujuan tersebut yaitu agar bola masuk ke dalam gawang lawan. “Seorang pemain harus mengumpan bola dengan maksud yang jelas, yaitu agar gol tercetak”, tuturnya. Kesimpulannya, Guardiola memang seolah-olah menerapkan strategi tiki-taka. Namun, sesungguhnya ia tak menerapkan strategi tika-taka sama sekali. “Tika-tika tak akan menghasilkan apa-apa”, tutur Guardiola,

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
  1. https://www.telegraph.co.uk/sport/football/players/lionel-messi/11162958/Pep-Guardiola-I-hate-tiki-taka-its-rubbish-and-completely-pointless.html
  2. https://en.wikipedia.org/wiki/Tiki-taka
  3. https://en.wikipedia.org/wiki/FC_Barcelona
Gambar:
https://barefooty.files.wordpress.com/2015/09/fullsizerender.jpg?w=984

Juventus Tak Akan Mudah Meraih Juara Meski Diperkuat Ronaldo

Sudah terbit di: https://scorum.com/en-us/football/@puncakbukit/juventus-tak-akan-mudah-meraih-juara-meski-diperkuat-ronaldo?_ga=2.165643455.1462073322.1537107251-1789413225.1536336524

Seperti yang sudah kita ketahui, Ronaldo kini menjadi bagian tim Juventus. Ia ditebus dengan harga 100 juta Euro atau sekitar 1,6 triliun Rupiah. Namun, meskipun pesepakbola berusia 33 tahun ini kini menjadi bagian tim Juventus, kehadiran Ronaldo tak lantas membuat Juventus begitu mudah meraih gelar juara. Massimiliano Allegri, pelatih Juventus, menuturkan bahwa musim ini akan menjadi lebih sulit bagi Juventus. Sebabnya, karena Juventus berhasil mempertahankan juara Liga Italia selama beberapa musim terakhir, tim lawan akan termotivasi bermain lebih agresif untuk mengalahkan Juventus.

“Tahun ini akan menjadi lebih sulit, lawan akan bermain lebih agresif karena kami telah memenangkan banyak gelar”, tutur Massimiliano Allegri, dilansir dari situs espn.com. Dengan kata lain, tim-tim lawan akan mencari kelemahan dan strategi anti-Juventus.


Gambar 1. Cristiano Ronaldo

Setibanya di Turin, kota markas Juventus, kehadiran Ronaldo disambut antusiasme dan euforia luar biasa para pendukung tim asal kota Turin ini. Allegri pun menuturkan bahwa Ronaldo merupakan pesepakbola hebat. Namun, tim mesti berhati-hati dengan euforia yang kini menggelora di Turin. Sebabnya, menurut Allegri, euforia yang kini dirasakan publik Turin sebenarnya tak baik untuk tim. “Kami mempunyai pemain hebat seperti dia”, tuturnya. ”Cristiano memiliki banyak pengalaman internasional dan dia akan banyak membantu kami, tetapi kami harus berhati-hati”, tutur pelatih yang juga pernah menukangi tim AC Milan ini. Dengan kata lain, karena kehadiran Ronaldo, tak tertutup kemungkinan Juventus merasa begitu jumawa sehingga memandang rendah tim lawan.

Terkait posisi bermain, Ronaldo mampu bermain dengan tajam, baik saat menempati posisi penyerang tengah ataupun penyerang sayap. Sedangkan dalam susunan formasi tim Juventus, Ronaldo akan ditempatkan pada posisi yang biasanya mainkan saat masih memperkuat Real Madrid. “Ronaldo akan bermain di posisi di mana dia selalu bermain, di sepertiga akhir lapangan”, tutur Allegri, dilansir dari situs bolalob.com Dengan menempati posisi yang sama dengan posisi yang tepat saat masih memperkuat Real Madrid, Ronaldo diharapkan akan mencetak gol seperti biasanya. “Dia akan mencetak gol seperti biasanya”, tutur Allegri, dilansir dari situs bolalob.com

Selama tujuh musim kompetisi Serie-A terakhir, kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Italia, Juventus menjadi juara. Selama tujuh musim kompetisi Serie A terakhir, dominasi dan kedigdayaan Juventus dalam kompetisi Serie-A memang tak tersentuh tim-tim lain. Nah, apakah dengan kehadiran sang mega bintang Ronaldo peraih Ballon d'Or sebanyak lima kali, Juventus akan mempertahankan gelar juara kompetisi Liga Italia? Ataukah muncul tim lain yang mematahkan dominasi dan kedigdayaan Juventus? Termasuk juga dari pesaing kuat seperti Inter Milan, AC Milan, ataupun AS Roma? Kita tunggu saja…

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
  1. http://global.espn.com/football/juventus/story/3577275/cristiano-ronaldo-euphoria-could-make-it-harder-for-juventus-massimiliano-allegri
  2. https://www.liputan6.com/bola/read/3524215/imbangi-as-roma-juventus-rengkuh-scudetto-7-kali-beruntun
  3. https://bola.okezone.com/read/2018/07/27/47/1927996/allegri-bocorkan-posisi-bermain-ronaldo-di-juventus
Gambar:
1.https://www.mensjournal.com/wp-content/uploads/mf/cristiano-ronaldo-real-madrid-gallery-3_1.jpg

Pep Guardiola Ternyata Tak Menyukai Sepakbola Tiki-Taka

Sudah terbit di: https://scorum.id/id-id/football/@puncakbukit/pep-guardiola-ternyata-tak-menyukai-sepakbola-tiki-taka Sebagai pecinta ola...