Kamis, 15 November 2018

Atlet Asian Games 2018 Tertua Asal Indonesia Berusia 79 tahun

Sudah terbit di: https://scorum.id/id-id/other/@puncakbukit/atlet-asian-games-2018-tertua-asal-indonesia-berusia-79-tahun

Usia senja tak menjadi penghalang untuk terus berprestasi mengharumkan bangsa dalam bidang olahraga. Meskipun Michael Bambang Hartono telah berusia 79 tahun, tak menyurutkan antusiasnya untuk menjadi atlet Asian Games 2018. Bambang Hartono, yang juga petinggi salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, adalah seorang atlet bridge. Pria yang lahir pada tanggal 2 Oktober 1939 ini tergabung dalam timnas Bridge Indonesia. Bambang yang juga orang terkaya peringkat ke-75 versi Forbes menjadi atlet tertua kontingen Indonesia.

Meskipun berusia 79 tahun, yang termasuk kategori usia senja, Bambang Hartono bukanlah atlet Asian Games yang paling tua dalam ajang Asian Games 2018. Selain Bambang, ada juga tiga atlet lainnya yang berusia senja dan lebih tua. Sama seperti Bambang, mereka pun adalah atlet bridge. Mereka adalah Kong Te Yang, Hung Fong Lee dan Lai Chin Ng. Kong Te Yang, atlet bridge pria asal Filipina, berusia 85 tahun. Hung Fong Lee, atlet bridge wanita asal Malaysia, berusia 81 tahun. Lai Chin Ng, atlet bridge wanita asal Singapura.


Gambar 1. Bambang Hartono

Terkait latar belakang menyukai olahraga yang menggunakan kecerdasan pikiran tersebut, Bambang mengutarakan bahwa latar belakang bermain bridge agar ingatannya tetap tajam “Saya bermain bridge untuk menjaga ingatanku agar tetap tajam, olahraga yang lainnya yaitu Tai Chi agar tetap fokus”, tuturnya, dilansir dari situs tribunnews.com.

Bambang pun sering turut mengambil bagian dan berpartisipasi menjadi bagian tim Indonesia dalam kejuaraan bridge internasional. Salah satunya yaitu APBF (Asia Pacific Bridge Federation) Championship 2005. Dalam ajang tersebut, ia bersama timnya menjuarai ajang kompetisi tersebut. Selain berprestasi, pada Mei 2017 Bambang pun dianugerahi WBF Gold Medal . Ia aktif mengembangkan olahraga bridge di Indonesia.

Lalu, bagaimana peluang Indonesia dalam olahraga tersebut? Timnas bridge Indonesia menargetkan dua emas. Olahraga ini difavoritkan meraih medali emas. Salah satu persiapan untuk meraih target tersebut yaitu mengikuti Atlanta Summer North American Bridge Champions. Dalam ajang tersebut, tim Indonesia berhasil meraih 3 medali emas, 2 medali perak, dan 2 medali perunggu.

Untuk meraih emas, China diprediksikan menjadi lawan terberat Indonesia. “Lawan terberat kita adalah China, jadi pertarungan nanti di Asian Games yaitu antara Indonesia dengan China, tapi tak tertutup kemungkinan akan ada kuda hitam seperti Thailand, Hong Kong, dan Jepang”, tutur Bert Toar Polii, salah satu anggota tim bridge Indonesia, dilansir dari situs bolasport.com.

Nah, bila berhasil meraih medali emas, Bambang akan memberikan bonus prestasi untuk pengembangan olahraga bridge di Indonesia. “Bila saya berhasil raih emas, saya akan sumbangkan bonus pemerintah untuk latihan atlet”, tuturnya. Semoga Michael Budi Hartono bersama timnya berhasil mempersembahkan prestasi terbaik untuk Indonesia.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
  1. https://m.detik.com/sport/sport-lain/4172872/atlet-tertua-dan-yang-belia-di-asian-games-2018
  2. https://www.asiangames2018.id/athletes/athlete/LEE-Hung-Fong-3005154/
  3. https://en.asiangames2018.id/athletes/athlete/NG-Lai-Chun-3007036/
  4. https://www.google.co.id/amp/s/m.liputan6.com/amp/3611887/timnas-bridge-indonesia-siap-raih-dua-emas-di-asian-games-2018
  5. https://ekonomi.kompas.com/read/2018/08/11/075057626/orang-terkaya-di-indonesia-ternyata-ikut-berlaga-di-asian-games
  6. http://m.tribunnews.com/amp/pestaasia/2018/08/16/jadi-atlet-terkaya-asian-games-2018-ini-nazar-bos-djarum-michael-hartono-bila-bisa-rebut-emas?page=2
  7. https://juara.bolasport.com/read/ragam/ragam/1827142-ini-saingan-terberat-indonesia-di-cabang-olahraga-bridge-asian-games-2018
Gambar:
  1. http://www.worldbridge.org/wp-content/uploads/2017/05/BamBamGoldMedal.jpg
  2. https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQneb-OijQuoMkypRrzcHszZoI2BiThhjt_prokwrP6AS5D-QIB
  3. https://www.asiangames2018.id/athletes/athlete/HARTONO-Bambang-3018945/

Mengenal Olahraga Orienting, Olahraga Lintas Alam Penuh Tantangan

Sudah terbit di: https://scorum.id/id-id/other/@puncakbukit/mengenal-olahraga-orienting-olahraga-lintas-alam-penuh-tantangan

Pada tanggal 4 hingga 11 Agustus 2018, berlangsung Kejuaraan Dunia Orienting di Latvia. Kejuaraan ini diikuti oleh 345 atlet dari 49 negara. Di Indonesia, olahraga ini memang belum terlalu banyak dikenal orang banyak. Nah, seperti apa olahraga orienting?

Secara mendasar, orienting ini termasuk olahraga lintas alam. Namun, tak sekadar melintasi alam saja. Orienteer, sebutan bagi orang yang melakukan olahraga orienting, dilarang menggunakan GPS dan peralatan elektronik canggih lainnya untuk membantu aktivitas olahraga tersebut. Orienter, yang hanya diperbolehkan membawa kompas dan peta, mesti bergerak secepat-cepatnya menuju titik-titik rute. Orienteer tentunya belum mengenal medan track yang akan dilewati. Sebelum menjadi kompetisi olahraga, orienting yaitu aktivitas navigasi darat militer Swedia untuk menjelajahi area yang belum dikenal.


Gambar 1. Olahraga Orienting

Orienting tak sebatas melintasi alam yang hanya dapat dilakukan dengan berjalan saja. Dilansir dari International Orienteering Federation, terdapat empat disiplin atau nomor olahraga orienting yang diakui. Yaitu, foot orienting, ski orienting, mountain bike orienting, dan trail orienting. Foot orienting dilakukan di medan off-road. Orienteer mesti berlari cepat. Ski orienting dilakukan di medan bersalju. Mountain bike orienting, orienteer menggunakan sepeda. Trail bike orienting, orienteer menggunakan motor trail.

Nah, kejuaraan dunia orienting yang diselenggarakan di Latvia pada pertengahan Agustus termasuk nomor atau disiplin foot orienting. Tak tertutup kemungkinan, akan muncul nomor orienting yang baru. Misalnya, orienting dengan menggunakan sepatu roda.

Agar berhasil menjadi orienteer yang tercepat, orienteer tentunya mesti mampu dan cermat memilih medan yang akan dilalui. Pada peta yang dibawa orienteer, tertera karakteristik medan. Selain itu, agar berhasil menjadi yang tercepat, orienteer pun tentunya mesti memiliki stamina dan kekuatan fisik. Terlebih, bila medan rute begitu berat. Orienteer pun mesti mampu menggunakan kompas. Tentu saja, agar tak tersesat.

Di Indonesia, orienteering mulai diperkenalkan oleh Kolonel CTP Muhidi. Ketua Federasi Orienteering Sumatera Selatan ini mengajak masyarakat Palembang untuk mempopulerkan olahraga yang terkesan kental dengan aktivitas militer tersebut, “Selama ini, olahraga ini banyak dimainkan oleh militer di Indonesia”, tuturnya, dilansir dari situs bolasport.com. “Sekarang dengan pengurusan baru ini, kami ingin mengajak warga sipil untuk ikut serta dan menjadikan Sumsel sebagai percontohan”, tuturnya. Beliau pun mengutarakan bahwa olahraga orienting sudah diperlombakan dalam ajang Olimpiade.

Ishak Mekki, wakil walikota Sumatera Selatan, menyambut baik gagasan menjadikan Sumsel sebagai percontohan olahraga orienting. “Sumsel mempunyai fasilitas yang bagus serta alam yang bagus sangat cocok untuk menciptakan atlet-atlet orienting”, tuturnya, dilansir dari situs bolasport.com Seiring waktu, tak tertutup kemungkinan olahraga ini menjadi populer di tanah air. Tak tertutup kemungkinan juga, akan muncul berbagai kejuaraan olahraga tersebut di tanah air. Tak tertutup kemungkinan juga, akan melahirkan atlet-atlet orienting Indonesia berbakat yang akan berlaga dalam ajang kejuaraan dunia orienting.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
  1. Harian Umum Pikiran Rakyat 12 Agustus 2018
  2. https://en.m.wikipedia.org/wiki/Orienteering
  3. https://juara.bolasport.com/read/sport/lainnya/173185-olahraga.orienteering.dikenalkan.di.kalangan.sipil
Gambar:
https://media.apnarm.net.au/media/images/2015/08/20/KSB_21-08-2015_SPORT_03_KSB210815orienteering_fct761x571x140.0x93.0_t640.jpg

Atlet Asian Games 2018 Tertua Asal Indonesia Berusia 79 tahun

Sudah terbit di: https://scorum.id/id-id/other/@puncakbukit/atlet-asian-games-2018-tertua-asal-indonesia-berusia-79-tahun Usia senja tak m...